berita

21 Feb 2019

OPTIMALISASI KEGIATAN PRAKERIN, SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR PANTAU PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK MELALUI MONITORING DI LOKASI DU/DI

OPTIMALISASI KEGIATAN PRAKERIN, SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR PANTAU PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK MELALUI MONITORING DI LOKASI DU/DI
Ditulis Oleh Tim Jurnalis SMK MUTU;
Pada Kamis, 21/2/2019, Pukul 11.21 WIB
TUMIJAJAR- Panitia Praktik Kerja Industri (Prakerin) SMK Muhammadiyah Tumijajar terus berkerja secara optimal dan totalitas dengan senantiasa mengupayakan pendampingan terbaiknya kepada siswa/i yang melaksanakan prakerin di Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) masing-masing. Panitia yang diketuai oleh Bapak Jumadi, S.Pd., ini beranggotakan delapan orang, dimana Bapak Imam Mukalis, S.Pd.I., sebagai sekretaris, dan Ibu Dwi Rahayu, S.Pd., selaku bendahara.
Salah satu bentuk usaha pendampingan yang diberikan adalah dengan merutinkan kegiatan monitoring ke seluruh titik DU/DI pada setiap bulannya oleh dewan guru yang diberikan tugas untuk memantau perkembangan siswa selama pelaksanaan prakerin berlangsung.
Sementara itu, terhitung sejak hari Senin (18/2/2019) kemarin panitia prakerin telah menugaskan beberapa dewan guru untuk pelaksanaan monitoring yang ketiga kalinya sejak keberangkatan siswa ke lokasi DU/DI pada pertengahan bulan November lalu. Pelaksanaan monitoring sendiri akan berlangsung dalam waktu kurang lebih satu minggu.
Ditemui di ruangannya, Bapak Jumadi, S.Pd., selaku ketua panitia penyelenggaraan prakerin di SMK Muhammadiyah Tumijajar bersedia berbagi informasi terkait pelaksanaan monitoring ini. 

Beliau menjelaskan tujuan utama dari pelaksanaan monitoring secara garis besar adalah untuk memantau anak di lokasi DU/DI oleh dewan guru selaku perwakilan dari wali murid, dan untuk melihat perkembangan peserta didik ketika mereka belajar di luar gedung teori (sekolah).

"Pelaksanaan monitoring ini dilakukan dengan memberikan surat tugas melalui panitia prakerin kepada beberapa dewan guru yang ditugasi untuk memantau perkembangan siswa/i di lokasi DU/DI", jelas Bapak Jumadi kepada tim jurnalis mengenai teknis pelaksanaan monitoring.

Terhitung satu kali setiap bulan siswa/i akan dipantau aktivitasnya. Dewan guru yang ditugasi melaksanakan monitoring selain melihat siswa/i secara langsung juga diharuskan untuk bertemu dengan pemilik DU/DI secara langsung. Hal ini untuk memastikan beberapa hal yang berkaitan dengan siswa/i seperti absensi, aktivitas ibadah siswa, sikap siswa kepada pemilik DU/DI, pelanggan, dan rekan kerjanya, serta kemampuan siswa/i dalam menyerap dan mengembangkan materi yang didapatkan selama di lapangan.

Lokasi monitoring sendiri tersebar di dalam dan di luar wilayah Kabupaten Tulangbawang Barat. Bahkan menjangkau wilayah Sumatera Selatan. Untuk monitoring di wilayah Sumatera Selatan dilakukan dengan via telfon, dikarenakan jangkauan yang cukup jauh.

Di sesi terakhir berbincang dengan Bapak Jumadi, beliau menjelaskan bahwa kegiatan prakerin dilaksanakan selama lima bulan, sehingga monitoring akan dilakukan satu kali lagi di bulan Maret, kemudian di bulan April dewan guru akan mendampingi siswa untuk berpamitan meninggalkan lokasi DU/DI dan kembali ke sekolah.

Diharapkan setelah kegiatan prakerin ini siswa/i telah memiliki kompetensi keahlian yang lebih baik sesuai dengan bidang kejuruannya. Sebagaimana diketahui, prakerin melatih siswa untuk memahami kondisi nyata yang ada di dunia industri dan dunia usaha yang sebenarnya. (red. tm/at)

Kirim Pesan