TUMBUHKAN SEMANGAT SPIRITUAL PESERTA DIDIK, SMK MUTU GALAKKAN PROGRAM SHOLAT JUMAT BERJAMAAH DI SEKOLAH
TUMBUHKAN SEMANGAT SPIRITUAL PESERTA DIDIK, SMK MUTU GALAKKAN PROGRAM SHOLAT JUMAT BERJAMAAH DI SEKOLAH.
Ditulis oleh Tim Jurnalis SMK MUTU
Jumat (08/03/2019) Pukul 13.30 WIB
TUMIJAJAR - Salah satu program unggulan SMK MUTU adalah menggalakkan kegiatan sholat jumat berjamaah di Musholla Al-Muhajirin SMK Muhammadiyah Tumijajar yang diikuti oleh guru, staff, dan peserta didik sesuai dengan jadwal yang telah disusun oleh Bapak Tohari, S.Pd.I., selaku waka ISMUBA di SMK MUTU.
Bapak Tohari, S.Pd.I., dalam kesempatan berbincang dengan tim jurnalis seusai mengikuti kegiatan Jumat sehat menjelaskan bahwa program sholat Jumat berjamaah ini telah berjalan sejak Tahun Pelajaran 2015/2016. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain sebagai bentuk penerapan langsung dari teori tentang tata cara sholat Jumat yang telah didapatkan peserta didik ketika pembelajaran di kelas.
Kalau tata cara sholat Jumat sendiri kan sudah diajarkan di kelas, nah untuk praktiknya maka diberlakukan jadwal setiap kelas untuk mengikuti sholat Jumat berjamaah di sekolah, ungkap Bapak Tohari kepada tim jurnalis.
Pelaksanaan sholat Jumat berjamaan sendiri dilaksanakan di Musholla Al-Muhajirin SMK MUTU dan di lantai dasar gedung baru SMK MUTU. Hal ini karena keterbatasan daya tampung musholla sehingga beberapa jamaah bertempat di lantai dasar.
Sementara itu, untuk petugas sholat Jumat juga telah disusun jadwal tersendiri oleh waka ISMUBA, yaitu guru dan staff di SMK MUTU yang bertujuan guna sembari belajar menjadi imam dan khotib sholat Jumat bagi yang telah diamanahkan tugas sebagai imam atau khotib.
Teknis pelaksaan sholat Jumat berjamaah ini antara lain dengan mengondisikan peserta didik sedemikian rupa ketika menjelang waktu pulang, maka Bapak Tohari, S.Pd.I., akan memberikan instruksi kepada kelas yang telah dijadwalkan melalui pengeras suara disamping peserta didik juga telah mengetahui jadwal yang telah dibagikan.
Untuk pelaksanaannya sendiri, diberlakukan absensi kepada peserta didik. Namun, sekalipun diberlakukan absensi tetapi tidak diberlakukan sanksi, hanya saja peserta didik harus memenuhi batas minimal dari jumlah mengikuti kegiatan ini.
Tidak diberlakukan sanksi, tapi diberlalukan hari pengganti. Misalkan dalam satu semester satu kelas sudah dijadwalkan minimal mengikuti empat kali sholat Jumat berjamaah di sekolah, maka bila ada siswa yang izin tidak mengikuti, dia boleh mengikuti di jadwal kelas lain sampai terpenuhi batas minimalnya, jelas Bapak Tohari terkait bila ada siswa yang tidak mengikuti sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kegiatan sholat Jumat berjamaah di sekolah sudah barang tentu memiliki dampak positif bagi peserta didik. Selain mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari, juga sebagai momen yang dapat menjalin silaturahim dan kekompakkan antar peserta didik dan guru di SMK MUTU yang merupakan sisi lain dari dimensi spiritual yang perlu dikembangkan dan dijaga keistiqomahannya. (red: TM/AT)