berita

09 Mar 2019

KIPRAH AHMAD YASIR, DARI KETUA IPM SMK MUTU, AKTIVIS UNILA, HINGGA JADI KETUA ORGANISASI PIMPINAN WILAYAH IPM LAMPUNG

KIPRAH AHMAD YASIR, DARI KETUA IPM SMK MUTU, AKTIVIS UNILA,  HINGGA JADI KETUA ORGANISASI PIMPINAN WILAYAH IPM LAMPUNG 
Ditulis Oleh Tim Jurnalis SMK MUTU
Sabtu (09/03/2019) Pukul 07.45 WIB
TUMIJAJAR - Satu lagi alumni SMK Muhammadiyah Tumijajar yang memberikan inspirasi untuk memiliki sikap pantang menyerah dalam mewujudkan cita-citanya.

Adalah Ahmad Yasir, alumni SMK MUTU yang kini tengah menyelesaikan tugas akhirnya sebagai mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) ini terbukti telah berhasil menunjukkan kiprahnya sebagai alumni yang berkompeten baik dalam bidang akademik maupun kontribusinya dalam lingkup organisasi.
Laki-laki kelahiran Dayamurni, 26 Oktober 1995 itu semasa bersekolah di SMK MUTU sudah aktif dalam berorganisasi. Yasir, begitu sapaan akrabnya, adalah siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yang lulus pada tahun 2014 silam. Semasa sekolah, Yasir pernah menjadi Ketua Ranting SMK MUTU, Ketua IPM SMK MUTU, dan Sekretaris Umum Pimpinan Daerah IPM Tubaba.

Ketika menjadi mahasiswa, kemampuan Yasir dalam berorganisasi justru berkembang begitu pesat. Untuk organisasi internal kampus, Yasir terhitung pernah bergabung dengan HMJ Manajemen FEB Unila, ROIS FEB UNILA, KMB X BEM Unila , MENWA Unila, dan DPM U KBM Unila Komisi III, serta pernah menjabat sebagai Ketua Forkom BIDIKMISI FEB Unila.
Adapun kiprahnya di organisasi eksternal kampus, Yasir menunjukkan loyalitasnya sebagai kader militan pergerakan Muhammadiyah. Hal tersebut dibuktikan dengan rekam jejaknya yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Unila , Ketua Hikmah dan Advokasi IMM Cabang Kota Bandar Lampung.

Selain itu, Yasir juga pernah menjadi Ketua kajian Dakwah dan Islam Pimpinan Wilayah IPM Lampung (2014-2016) dan menjadi Ketua Organisasi Pimpinan Wilayah IPM Lampung (2017-2019), dan saat ini masih menjadi pengurus di Pimpinan Pusat IPM, Bidang Kajian Dakwah dan Islam (2019-2021).

Melihat rekam jejaknya yang begitu berkontribusi pesat dalam pergerakan, sudah barang tentu Yasir adalah pribadi yang tangguh dan tidak mudah dikalahkan oleh keterbatasan keadaan.

Melalui kesempatan wawancara dengan tim jurnalis, Yasir bersedia menceritakan perjuangannya yang harus melalui jalan terjal dan berliku untuk bisa melanjutkan kuliah dengan keadaan yang terlihat seperti tidak memungkinkan. Dengan niat karena Allah, Yasir yakin bahwa Allah pasti akan membukakan jalan untuk niat baiknya.

Saya waktu itu dikenalkan oleh guru SMK MUTU kalau bisa kuliah dengan beasiswa Bidikmisi. Jadi saya coba daftar lewat jalur itu. Modal awal saya Bismillah, saya niat pkoknya bisa lanjut kuliah, cerita Yasir kepada tim jurnalis.

Mulanya Yasir mendaftar kuliah melalui jalur undangan atau dikenal SNMPTN di Perguruan Tinggi di Pulau Jawa, namun gagal. Menurutnya ini dikarenakan ridho orangtuanya yang ingin agar dia kuliah di Lampung saja. Kemudian, Yasir mencoba kembali mendaftar melalui seleksi tes tertulis atau jalur SBMPTN namun harus mengalami kegagalan lagi.

Kegagalan rupanya tidak membuatnya menyerah, dan selalu ada jalan untuk sebuah impian. Yasir akhirnya mencoba jalur masuk melalui Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP) dan mendaftar di Universitas Lampung. Kali ini, jalan itu terbuka untuk Yasir, ia diterima sebagai mahasiswa jurusan Manajemen, FEB, Unila. Yasir pun diterima sebagai salah satu penerima beasiswa Bidikmisi.

Yasir berterima kasih kepada seluruh guru SMK MUTU yang telah memberikan bekal kepadanya. Baginya, semua guru yang ada di SMK MUTU memberikan kesan dan motivasi tersendiri, karena senantiasa mendukung setiap hal yang ia lakukan selama itu baik dan mengingatkan ketika itu kurang baik.

Terakhir, Yasir berpesan agar siapapun yang memiliki impian dan cita-cita harus berani mewujudkannya. Jadilah seseorang yang tangguh, yang tidak mudah menyerah dengan keterbatasan, menurutnya kesuksesan itu ditentukan 99% kerja keras dan 1% kecerdasan. Man Jadda Wa Jadda, siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil. (red: TM/AT)

Kirim Pesan