SONGSONG SISTEM PENDIDIKAN MODERN, DELEGASI SMK MUTU HADIRI SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN BERSAMA SEKJEN KEMDIKBUD RI; DIDIK SUHARDI, Ph.D.
SONGSONG SISTEM PENDIDIKAN MODERN, DELEGASI SMK MUTU HADIRI SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN BERSAMA SEKJEN KEMDIKBUD RI; DIDIK SUHARDI, Ph.D.
Sabtu (29/06/2019) - 16.00 WIB
Metro-- Kepala SMK Muhammadiyah Tumijajar, Tulangbawang Barat, Lampung, Bapak Syamsul Hidayat, S.Pd.I., bersama dengan keempat guru lainnya yakni Bapak Imam Mukalis, S.Pd.I., Ibu Novi Anasanti, S.Pd., Ibu Anita, S.Pd., dan Ibu Tiara Melati, S.Pd., menghadiri Seminar Nasional Pendidikan sekaligus peresmian gedung utama SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Metro (29/06).
Seminar Nasional Pendidikan yang bertemakan "Membangun Keunggulan dan Keadaban" sekaligus peresmian gedung utama SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan dan soft launching pembangunan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan ini tidak tanggung-tanggung mendatangkan pemateri, yakni Bapak Didik Suhardi, Ph.D., selaku Sekretaris Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Ust. Ali Musyafa, S.Ag., M.M., selaku Kepala SMPMu Ahmad Dahlan memberikan sambutan hangat atas terselenggaranya semnas pendidikan serta peresmian gedung utama oleh Sekjen Kemdikbud RI, Bapak Didik Suhardi, Ph.D.
Acara Seminar Nasional dibuka langsung oleh Bapak Prof. Dr. Marzuki Noor, selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung. Dalam sambutannya, Bapak Prof. Dr. Marzuki Noor menekankan pada pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap satuan jenis dan jenjang pendidikan, sehingga akan terbentuk pola masyarakat yang akademis dan Islami.
Setelah dibuka, Seminar Nasional Pendidikan diisi langsung oleh Bapak Didik Suhardi, Ph.D. Dalam materinya, Bapak Didik Suhardi, Ph.D., menekankan pada sistem pendidikan modern masa depan.
"Untuk memasuki sistem pendidikan modern, perlu adanya revitalisasi pola pengajaran oleh guru. Apabila pada era 4.0 guru masih bertahan dengan cara-cara pembelajaran klasikal, maka peran guru nantinya akan tergantikan oleh teknologi", ujar beliau menekankan pentingnya guru mempelajari dunia pendidikan di era digital.
Menurut Bapak Didik Suhardi, Ph.D., sebenarnya ada peran guru yang tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi, yakni kemampuan memberikan "inspirasi". Beliau menuturkan, kemampuan memberikan inpirasi melibatkan perasaan yang membutuhkan kesabaran dan keteladanan.
Di akhir materi, beliau menekankan para guru harus lebih aktif mempelajari digitalisasi pendidikan, sebab tidak hanya era 4.0, sebentar lagi kita akan dihadapkan pada era 5.0. (tm/nov/adr)