TENTUKAN PENGGUNAAN SERAGAM, SELAIN SEBAGAI CIRI KHAS SMK MUTU INGIN BENTUK DISIPLIN SISWA
TENTUKAN PENGGUNAAN SERAGAM, SELAIN SEBAGAI CIRI KHAS SMK MUTU INGIN BENTUK DISIPLIN SISWA
Senin(5/8/2019)--13.09 WIB
SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR--Setiap sekolah memiliki kebijakan masing-masing dalam menentukan kewajiban mengenakan seragam bagi para siswanya. Khususnya siswa SMK MUTU, Tulangbawang Barat, Lampung mengenakan seragam sekolah yang diterapkan berdasarkan tingkat kelas.
Menurut Permendikbud No 45 tahun 2014 tentang Pakaian seragam sekolah bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk itu pihak sekolah juga diharapkan wajib untuk memberi peringatan, bahkan sanksi tegas bagi siswa yang melanggar.
Berdasarkan jenjang sekolah, pada umumnya seragam yang dikenakan siswa di SMK berwarna putih dan abu-abu. Sementara di SMK MUTU, pada hari Senin kelas X mengenakan seragam Batik Muhammadiyah dengan bawahan abu-abu, kelas XI mengenakan seragam HW, dan kelas XII mengenakan seragam Produktif.
Sejalan dengan penerapan konsep School Based Management, saat ini ada kecenderungan sekolah-sekolah mulai menentukan kebijakan seragam sekolahnya masing-masing. Pada hari-hari tertentu mewajibkan siswanya untuk mengenakan seragam khas sekolahnya.
Seperti ketentuan seragam SMK MUTU pada hari Senin diawal bulan, semua siswa mengenakan seragam Kejuruan yang terlihat pada hari ini Senin(5/8). Ketentuan berseragam tersebut sudah berjalan kurang lebih tiga tahun pelajaran ini. Kendati demikian seragam yang sesuai pertingkat menjadikan kekhasan dari SMK MUTU.
Seragam dan jilbab untuk seluruh guru dan PTK SMK MUTU juga ditentukan oleh Manajemen SMK MUTU.
"Di SMK MUTU, kewajiban mengenakan seragam telah menjadi bagian dari tata tertib sekolah dan dilaksanakan secara ketat, mulai dari ketentuan bentuk, bahan, dan atribut yang dikenakan. Penerapan disiplin berseragam yang sangat ketat, SMK MUTU selalu bertindak tegas terhadap siswa yang mengenakan seragam di luar standar", jelas Bapak Suyanto,S.Pd., selaku Waka Kesiswaan saat ditemui di lapangan upacara.
Sementara itu, tidak jarang juga banyak siswa yang taat mengikuti aturan yang berlaku dalam hal berseragam . “Berpakaian seragam standar lebih nyaman dan juga aman karena tidak melanggar aturan sekolah,” kata Fitri siswa Tata Boga. (rc/adr)