SEGERA TERAPKAN TEACHING FACTORY, SMK MUTU ADAKAN SOSIALISASI PENDAMPINGAN E-COMMERCE 2019 BERBASIS VIDEO CONFERENCE
SEGERA TERAPKAN TEACHING FACTORY, SMK MUTU ADAKAN SOSIALISASI PENDAMPINGAN E-COMMERCE 2019 BERBASIS VIDEO CONFERENCE
Jumat (16/08/2019) -- 14.30 WIB
SMK Muhammadiyah Tumijajar -- Progres pengembangan model pembelajaran Teaching Factory (TEFA) yang akan diterapkan untuk jurusan Tata Boga SMK MUTU, Tulangbawang Barat, Lampung, terus ditingkatkan. Salah satunya adalah dengan pelaksanaan kegiatan konferensi yang bersifat daring (online) terkait teknis pelaksanaan e-commerce yang nantinya akan digunakan untuk memasarkan produk hasil pengembangan TEFA SMK MUTU berupa Bakery and Coffee.
Bertempat di Laboratorium Tata Boga SMK MUTU, kegiatan Video Conference Sosialisasi Teknis Pendampingan E-Commerce 2019 dimulai pukul 13.00 WIB dan dihadiri oleh Kepala SMK MUTU, Bapak Syamsul Hidayat, S.Pd.I., yang terlihat aktif berdiskusi dengan Ketua Pelaksana Program Teaching Factory (TEFA) SMK MUTU yakni Bapak Sucipto, S.Pd., serta dihadiri juga oleh Kepala Jurusan Tata Boga yakni Ibu Fitri Ernawati, S.Pd.
Video Conference Sosialisasi Teknis Pendampingan E-Commerce ini disampaikan oleh narasumber Ibu Dra. Wiwi Siti Zawiyah yang merupakan Kepala SMKPPN LembangĀ dan dimoderatori oleh Ibu Sinta Gusfiani, S.Si., staf dari SMKPPN Lembang.
Kegiatan video conference ini menurut Bapak Sucipto, S.Pd., masih dalam tahap awal. Selanjutnya kegiatan semacam ini akan rutin dilaksanakan terjadwal seminggu sekali pelaksanaan dan akan diikuti oleh seluruh siswa jurusan Tata Boga.
"Ini baru tahap awal. Kedepannya untuk mengembangkan e-commerce kita akan jadwalkan video conference seperti satu minggu sekali, dan itu nantinya akan diikuti oleh seluruh siswa Tata Boga serta guru yang tergabung dalam program Teaching Factory di SMK MUTU", ujar Bapak Sucipto, S.Pd., saat ditanya tentang pelaksanaan program video conference semacam ini.
Selain itu, kedepannya kegiatan video conference ini tidak hanya menjelaskan teknik pemasaran secara online, melainkan juga akan dilakukan pembelajaran yang bersifat daring (online) kepada seluruh siswa jurusan Tata Boga tentang bagaimana produk yang akan dipasarkan itu nantinya mampu menarik minat masyarakat.
"Nantinya melalui video conference seperti ini, kita tidak hanya akan belajar bagaimana menggunakan teknik e-commerce dalam pemasaran, tapi juga akan dikenalkan teknik dalam penjualan, seperti fotografi untuk produk, pengemasan, dan lain-lainnya yang menunjang pemasaran produk sehingga menarik minat yang melihatnya", demikian jelas Ibu Fitri Ernawati, S.Pd., tentang progres kedepannya dari video conference ini.
Sosialisasi dengan konferensi video seperti ini tidakĀ bersifat komunikasi satu arah saja, melainkan seluruh peserta konferensi video yang tergabung dapat berdiskusi dan tanya jawab kepada narasumber.
Kegiatan video conference sendiri berakhir pukul 14.30 WIB seperti yang telah dijadwalkan. Diakhir pertemuan, kembali Bapak Sucipto, S.Pd., memberikan evaluasi kegiatan agar lebih ditingkatkan untuk video conference pada tahap berikutnya. (tm/adr)