berita

16 Nov 2019

PERKOKOH IKATAN KELUARGA MUHAMMADIYAH, PESAN BUYA NURVAIF PADA ACARA MILAD MUHAMMADIYAH KE-107 TAHUN DI SMK MULA

PERKOKOH IKATAN KELUARGA MUHAMMADIYAH, PESAN BUYA NURVAIF PADA ACARA MILAD MUHAMMADIYAH KE-107 TAHUN DI SMK MULA

Sabtu(16/11/2019) -- 16.41 WIB
SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR--Jelang peringatan milad 107 Tahun Persyarikatan Muhammadiyah Kabupaten Tulang Bawang Barat berlangsung kegiatan tausiyah akbar yang dihadiri oleh Ulama Kharismatik di Provinsi Lampung, adalah beliau, K.H. Nurvaif S Chaniago, atau akrab disapa Buya Nurvaif. Mengawali tausiyahnya di acara Peringatan Milad 107 Tahun Muhammadiyah di SMK Muhammadiyah Lambu Kibang, Tulang Bawang Barat, Buya Nurvaif mengatakan bahwa diusianya yang memasuki 82 Tahun tidak lantas menurunkan semangat beliau untuk berdakwah dan bergerak bersama Persyarikatan Muhammadiyah.

Semangatnya lantas memberikan contoh eksplisit dari setiap pesan dan petuah yang beliau sampaikan. Kepada seluruh warga Persyarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Buya Nurvaif berpesan agar seluruh kader mampu menghargai waktu dengan beramal soleh sebagai ciri khas dari warga Muhammadiyah.

Selain kemampuan menghargai waktu, para kader juga diingatkan untuk tidak lupa menjaga kesehatan baik kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani.

Bagaimana mencapai fisik yang sehat? Ujar beliau kepada seluruh hadirin, yakni dengan tidak lain menjalani konsep hidup sehat. Konsep hidup sehat dapat dicapai dengan menjaga pola konsumsi makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Tidak hanya menekankan pada pentingnya menjaga kesehatan fisik, juga sangat penting menjaga kesehatan rohani dengan senantiasa beribadah. Ibadah tidak lain bertujuan untuk membentuk ruh serta jiwa yang sehat.

Pesan untuk warga Muhammadiyah selanjutnya adalah agar seluruh kader Muhammadiyah mampu menempatkan kebutuhan di atas keinginan. Seluruh kader harus benar-benar memahami serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan, tidak lain agar para kader Muhammadiyah tidak terjebak pada budaya konsumerisme yang membahayakan. 

Selain itu, mengutip dari salah satu buku tentang peran kader Muhammadiyah, Buya berpesan agar seluruh kader memperkokoh ikatan keluarga, menjadikan keluarga benar-benar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sebab melalui pondasi hubungan keluarga, pondasi kokohnya bangsa ini dibangun, dan itu harus dimulai dari keluarga Muhammadiyah. (tm/adr)

Kirim Pesan