SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR MENDATANGKAN GURU TAMU UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SANGRAI KOPI
SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR MENDATANGKAN GURU TAMU UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SANGRAI KOPI
Sabtu(10/10/2020) – 14.25 WIB
SMK Muhammadiyah Tumijajar – Berangkat dari upaya meningkatkan proses pemasaran produk TO ME Coffee SMK Muhammadiyah Tumijajar keseluruh pelosok Nusantara, maka pihak sekolah menggelar guest teacher atau guru tamu. Hadirnya guest teacher pada program latihan proses sangrai kopi secara tradisional bersama Ibu Nida Wati dari Liwa, Lampung Barat membuat kreativitas dan inovasi guru Tata Boga tertantang. Pasalnya, banyak konsumen berkata bukan hanya tampilan kemasan yang menjadi poin penting dalam membeli tapi juga soal rasa khas kopinya.
Kepala SMK Muhammadiyah Tumijajar, Bapak Syamsul Hidayat, S.Pd.I., mengatakan kegiatan ini merupakan program sekolah, yakni guest teacher atau guru tamu untuk berbagai ilmu di SMK Muhammadiyah Tumijajar.
“Jadi ini program kita yang mendatangkan guru tamu baik dari praktisi maupun industri untuk berbagi ilmu,” ujarnya, Sabtu, 10 Oktober 2020. Dan kali ini, tambahnya menghadirkan Ibu Nida Wati praktisi kopi untuk berbagi ilmu.
“Kita juga akan kerjasama dalam hal pemilihan biji kopi, dan proses sangrai kopi secara tradisional untuk produk TO ME Coffee,” tegasnya.
Senada dengan itu dikatakam Bapak Sucipto, S.Pd., selaku Waka Kurikulum SMK Muhammadiyah Tumijajar, mengatakan sangat mengapreasiasi dengan kegiatan ini.
“Sangat bagus karena ini salah satu program yang ada di SMK Muhammadiyah Tumijajar yang mendatangkan guru tamu dari luar ,” jelas Bapak Sucipto, S.Pd.
Sementara itu Ibu Nida Wati, mengatakan dalam guru tamu kali ini, pihaknya mengajarkan para guru Tata Boga ini cara menyangrai kopi secara tradisional.
“Kenikmatan kopi menjadi patokan awal nikmatnya kopi. Sehingga disini saya akan mengajarkan para dewan guru Tata Boga melakukan proses sangrai kopi secara tradisional dengan bahan dan alat pilihan. Proses menyangrai kopi adalah proses yang paling penting,” ujarnya.
Beliau juga mengatakan menyangrai kopi harus dilakukan di sebuah tungku dengan bahan bakar kayu. Panas apinya harus rata, sehingga proses menggosong lebih sempurna. Harus terus diputar supaya masak merata.
Untuk jenis kopi yang diproduksi oleh Teaching Factory Tata Boga SMK Muhammadiyah Tumijajar adalah jenis kopi Robusta. Karena jenis kopi Robusta masih banyak dikembangkan perkebunanan kopi di wilayah Lampung. Dalam pemilihan biji kopi dari petanipun, SMK Muhammadiyah Tumijajar memilih jenis kopi Robusta yang cara panen dan penyimpanan kopinya masih dilakukan secara tradisional, karena untuk menjaga kenikmatan kopi tersebut.
Pada kesempatan ini Ibu Nida Wati berharap kepada para guru Tata Boga dan para siswa Tata Boga agar lebih giat dalam belajar mengembangkan produksi TO ME Coffeenya, karena tantangan ke depan semakin berat. Beliau juga berharap lulusan Tata Boga SMK Muhammadiyah Tumijajar bisa menakhlukkan dunia industri kopi dengan keunggulan SDM yang dimiliki. Terlebih, guru dan siswanya sudah menguasai seluk beluk proses produksi TO ME Coffee hingga pemasaran ke seluruh Nusantara.
“SMK Muhammadiyah Tumijajar ini sangat bagus memiliki keunggulan SDM karena mendapat kesempatan belajar dari fasilitas yang lengkap, setara dengan perusahaan besar yang ada di Indonesia, ” tukas Ibu Nida Wati. (rc/adr)