25 SISWA SMK MUTU TUBABA TERIMA DANA BERGULIR STARTUP WIRAUSAHA MUDA
25 SISWA SMK MUTU TUBABA TERIMA DANA BERGULIR STARTUP WIRAUSAHA MUDA
Kamis(22/10/2020) – 11.51 WIB
SMK Muhammadiyah Tumijajar – Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya mengembangkan kewirausahaan di kalangan siswa SMK. Melalui program Bantuan Pengembangan Pembelajaran Kewirausahaan SMK, para Kepala Sekolah ditantang untuk melahirkan lebih banyak wirausaha muda dari SMK.
Saat ini, pendidikan kewirausahaan di SMK diimplementasikan dalam berbagai bentuk pembelajaran berbasis produksi dan bisnis, seperti Teaching Factory. "Kegiatan ini merupakan praktik nyata dari mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK)," tutur Bapak Syamsul Hidayat, S.Pd.I., Kepala SMK Muhammadiyah Tumijajar.
Bapak Sucipto,S.Pd., menyampaikan bahwa Program Bantuan Pengembangan Pembelajaran Kewirausahaan SMK merupakan bagian dari upaya pemerintah mencapai target Revitalisasi SMK sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016, dan Direktorat Pembinaan SMK menargetkan 150 SMK mengikuti program SMK Pencetak Wirausaha (SPW). Salah satunya adalah SMK Muhammadiyah Tumijajar.
“Melalui Program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW), SMK Muhammadiyah Tumijajar ingin mencetak para siswanya dengan 'kartu biru' artinya mencetak anak-anak yang bisa membuka lapangan kerja, baik untuk diri sendiri atau orang lain," kata Bapak Sucipto,S.Pd.
Tepat hari ini Kamis, 20 Oktober 2020, Bapak Syamsul Hidayat, S.Pd.I., selaku Kepala Sekolah telah menyerahkan dana bergulir startup wirausaha muda kepada 25 siswa SMK Muhammadiyah Tumijajar yang didampingi oleh 5 guru mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK).
Siswa SMK Muhammadiyah Tumijajar yang merupakan bagian dari masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan dana tersebut guna pengembangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan melalui praktik nyata mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK). “Oleh karenanya, program ini penting bagi siswa di tengah perkembangan jaman dan persaingan lapangan pekerjaan yang sangat sempit," jelas Ibu Yulia Andriani, S.E.I., selaku guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK). (rc/adr)