berita

04 Sep 2021

DAMKAR TULANG BAWANG BARAT SOSIALISASIKAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI SMKM TO ME

DAMKAR TULANG BAWANG BARAT SOSIALISASIKAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI SMKM TO ME

Sabtu,9/4/2021 – 09.21 WIB

SMKM TO ME — Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Tulang Bawang Barat memberikan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di SMK Muhammadiyah Tumijajar yang di ikuti sejumlah guru dan karyawan. Bertempat di lapangan indoor sekolah petugas memperkenalkan beberapa peralatan, pakaian, dan sarana penyelamatan. Para PTK SMK Muhammadiyah Tumijajar sangat antusias dalam menyimaknya terlebih disampaikannya dengan cara yang menarik dan interaktif. 

Sedangkan materi sosialisasi yang diberikan adalah cara pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang terjadi karena kerusakan listrik serta penanganannya menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (Fire Extinguisher) yang biasanya disingkat dengan APAR adalah alat perlindungan kebakaran aktif yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil, dalam situasi darurat.

Bapak Suyatno, S.T., selaku wakil kepala sekolah bagian prasarana sekolah mengatakan sangat menyambut baik adanya sosialisasi tersebut karena bisa untuk mengantisipasi dan melakukan penanganan jika terjadi kebakaran di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal. “Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi kami semua terutama upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal, “ujarnya. 

Dalam kegiatan ini juga di praktikan oleh guru dan karyawan cara memadamkan api jika terjadi kebakaran dengan teknik tertentu diantaranya menggunakan handuk basah dan menggunakan alat pemadam kebakaran ringan (APAR). “Diharapkan dengan kegiatan sosialisasi ini warga sekolah pada umumnya bisa lebih sigap jika terjadi hal yang tidak diinginkan, “imbuh Bapak Suyatno, S.T. 

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bapak Mahfud merupakan sebuah program layanan untuk masyarakat luas baik instansi, sekolah, maupun kelompok warga masyarakat. “Namun, kami memberikan porsi tersendiri kepada para guru dan karyawan sekolah. Karena berdasarkan pengalaman saat menangani kejadian kebakaran, kaum ibu dan anak adalah yang paling sering menjadi korban. Tak kurang dari 10 sekolah mendapat penyuluhan tiap tahunnya,” jelas Bapak Mahfud. 

Menurut Bapak Mahfud, kegiatan sosialisasi ini bertujuan agar para gurur dan karyawan memahami penyebab kebakaran, serta langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh apabila harus berhadapan dengan si jago merah. Bahkan, ia berharap bagi para guru dan karyawan yang telah mendapatkan materi sosialisasi dan praktik penanganan, bisa menjadi duta antisipasi kebakaran di rumahnya dan lingkungannya masing-masing. “Mereka bisa mengingatkan orang tua dan keluarganya akan bahaya kebakaran,” terangnya. Pria yang menjabat di bidang Damkar Satpol PP Tulang Bawang Barat ini juga menjelaskan bahaya kebakaran bagaikan tamu tak diundang. Artinya, kebakaran bisa datang kapan saja tanpa adanya peringatan terlebih dulu. Untuk itu, perlu kesigapan dan penanganan yang benar agar api dapat dijinakkan.(rc/adr)

Kirim Pesan