berita

29 Nov 2021

TRACER STUDY WITH ARIF JOKO SURYADI TOKOH DIBALIK SUKSESNYA SMKM 5 KEPANJEN, JAWA TIMUR

TRACER STUDY WITH ARIF JOKO SURYADI TOKOH DIBALIK SUKSESNYA SMKM 5 KEPANJEN, JAWA TIMUR

Senin, 29 November 2021 – 14.00 WIB 

SMKM TO ME – Metamorfosa kehidupan pasca SMK banyak mengalami penyerapan. Kolaborasi yang dilakukan agar anak-anak dapat bersosialisasi dalam masyarakat terutama dunia kerja dan dunia industri dimulai dari kesiapan kualitas anak-anak mengahadapi dunia kebekerjaan. 

Ada dua tema yang menjadi Highlight pada Workshop siang ini. Pertama mengenai Tracer Study, Kedua mengenai Implementasi Pembelajaran Block. 

Sebelum masuk ke inti materi, adalah Abdul Roziq, S.Pd.I., M.Pd.I., beliau merupakan Kepala SMK Muhammadiyah 5 Jember, Jawa Timur yang memberikan Ice Breaking kepada para peserta Workshop. Dengan adanya Ice breaking yang diberikan, menghasilkan stimulus positif sehingga peserta lebih fresh nantinya saat menerima materi yang disampaikan oleh Pemateri Utama. 

 Tracer study menjadi topic yang sangat unik untuk dibahas saat ini. Tracer Study sendiri merupakan studi pelacakan rekam jejak lulusan atau survey alumni yang dilakukan kepada alumni idealnya 2 tahun setelah lulus. Tracer Study di jenjang SMK mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi kepentingan evaluasi hasil pendidikan menengah dan menyediakan informasi mengenai hubungan antara SMK dan dunia kerja profesional serta diperuntukkan bagi kebutuhan akreditasi SMK. 

Pada sambutan kepala SMKM TO ME, Syamsul Hidayat, S.Pd.I menyampaikan bagaimana penelusuran alumni yang baik itu seperti apa dan Implementasi Pembelajaran Sistem Blok yang baik bagaimana. 

“Momentum ini sangat langka, mari kita manfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya.”Tegas beliau.

Narasumber top utama datang dari Jawa Timur, Arif Joko Suryadi, S.Ag., M.Si. Beliau merupakan purna tugas Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Jawa Timur yang di tunjuk langsung oleh Direktorat PSMK untuk menjadi Narasumber pada Tracer Study SMK Pusat Keunggulan di SMK Muhammadiyah Tumijajar, Lampung. 

Masuk kedalam materi, tujuan tracer study ini adalah untuk melakukan survey yang terukur terhadap lulusan dari satuan pendidikan vokasi yang dilakukan setelah mereka lulus atau di akhir pendidikan/pelatihan.

Fokusnya, yang pertama untuk mendapatkan informasi penyerapan lulusan satuan pendidikan. Kedua, mendapatkan informasi umpan balik dari lulusan untuk meningkatkan kwalitas program pendidikan dan pelatihan. Ketiga, mendapatkan informasi tentang ketenagakerjaan dan dunia kerja pada level kabupaten, provinsi, dan nasional. Terakhir, mendapatkan informasi kompetensi (hard skills dan soft skills) yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Materi kedua yakni Implementasi Pembelajaran Block. Salah satu yang dikembangakn di SMK Pusat Keunggulan yang tidak dikembangkan di SMK Non Pusat Keunggulan adalah adanya Project Based Learning/PJBL. Sistim block juga sudah ada dasar hukumnya. Kenapa pembelajaran harus di Block, supaya ketercapaian kompetensi berhasil dicapai oleh peserta didik SMK PK. 

Pertanyaan menarik diutarakan oleh Ketua BKK SMKM TO ME, Tohari, S.Pd.I. Dengan system merdeka belajar dan batasan-batasannya, “bagaimana cara membekali anak sejak dini dari awal masuk agar ia siap fisik maupun mental agar menjadi bekalnya menghadapi dunia kerja kedepan?” tanya beliau.

Narasumber menjawab, “pendidikan mental tidak harus di bentak, anak-anak bukan sedang dalam pendidikan militer, tapi bagaimana kita bisa mengembangkan kolaborasi dengan siswa, kita harus bisa menemukan dan mengarahkan apa yang di passionkan anak-anak itu. Karena ujung tombak SMK ada di BKK.” pungkas Narasumber.

Maka dengan adanya penyelarasan kurikulum bisa saja kurikulum akan berubah sesuai dengan keadaan industry. Namun hanya disesuaikan, bukan untuk dirubah. (asr/adr)

Kirim Pesan