berita

13 Jan 2022

THE BRANDING & MARKETING SCHOOL STRATEGIES HOW TO BECOME PROGRESSIVE SCHOOL 2022 SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR

THE BRANDING & MARKETING SCHOOL STRATEGIES "HOW TO BECOME PROGRESSIVE SCHOOL 2022" SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR

Kamis, 13 Januari 2022 - 18.00 WIB

SMKM TO ME - Jantung dari sebuah branding adalah identitas sekolah. Wajib bagi sekolah  membuat identitas yang kuat untuk menyampaikan suatu pembeda dari sekolah yang lain karena sesuatu yang berbeda mudah dikenali dan di ingat. Hingganya penting bagi sekolah untuk membuat marketing dan branding yang kuat menuju sekolah unggul dan berkemajuan. Hal ini menjadi dasar diadakannya Simposium Nasional untuk Amal Usaha Muhammadiyah seluruh Tulang Bawang Barat yang bertempat di aula SMK Muhammadiyah Tumijajar. Bersama narasumber kondang H. Pahri, S.Ag., M.M. Ketua Forum Guru Muhammadiyah Nasional acara Simposium Nasional ini menjadi meriah dan menarik.

Branding berasal dari kata brand yang artinya merek. Merek itu sendiri merupakan atribut yang krusial dari suatu produk untuk memberikan nilai tambah bagi produk tersebut. Merek tidak hanya kesan, tetapi merek juga harus menempati suatu posisi khusus. Bila merek tidak mendapat tempat khusus atau berbeda dalam benak konsumen, maka akan memberi kesempatan bagi para pesaing untuk menempati posisi dalam benak konsumen. Sekolah dalam perubahan paradigma pendidikan saat ini  perlu menciptakan brand sendiri layaknya sebuah perusahaan menciptakan brand untuk mengenalkan produk kepada masyarakat luas. 

Branding Sekolah ini merupakan usaha yang digunakan oleh sekolah untuk menjadikan sekolah  dikenal, diingat dan memiliki penilaian tersendiri pada masyarakat umum. Selain itu, branding sekolah ini proses untuk menciptakan persepsi unik dan menarik di benak masyarakat khususnya walimurid yang menjadi nilai pembeda dengan sekolah lain serta bertujuan untuk mempertahankan loyalitas wali siswa.

Mengenal narasumber lebih dekat. Beliau lahir di Konang 6 Juli 1971 silam. Awal karir menjadi Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi pada tahun 2008 yang saat itu SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi masih tergolong sekolah biasa yang jumlah peserta didik dan fasilitasnya juga biasa. Pemikiran abnormal Pahri mengantarkan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi menjadi SMK rujukan yang berarti menjadi SMK yang dirujuk dan berstandar nasional pada tahun 2014. Selain itu, beliau mampu mendobrak mindset orang-orang normal yang berfikir bahwa sekolah bagus itu adalah sekolah negeri. Tak hayal, peserta didik yang awalnya 556 siswa pada tahun 2009 meroket jadi 2596 siswa hingga 2021 lalu. Ini adalah bukti beliau yang memiliki tagline “Berfikir secara abnormal” karena mampu mewujudkan suatu yang dikira mustahil menjadi nyata.

Saat ini beliau rutin di undang oleh berbagai sekolah muhammadiyah dan badan AUM untuk menjadi narasumber berbagi kiat dan strategi beliau dalam mengelola Penerimaan Peserta Didik Baru. Alhamduillah Amal Usaha Muhammadiyah Tulang Bawang Barat berkesempatan menghadirkan Beliau untuk bisa bercengkrama bersama di aula SMK Muhammadiyah Tumijajar. Momen ini sangat diapresiasi dan disambut meriah oleh peserta yang hadir.

Tamu undangan yang turut hadir dalam simposium nasional ini adalah Ketua Forum Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Lampung Bapak Bambang Wiyono, S.E., Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulang Bawang Barat Bapak Setya, S.Pd., Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Tulang Bawang Barat Bapak Sujono, S.Pd., Pimpinan Daerah Aisyah Tulang Bawang Barat Ibu Amrina, M.Pd., Ketua Komite SMK Muhammadiyah Tumijajar Bapak Sulisyono, M.Pd.T., Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Muhammadiyah Seluruh Tulang Bawang Barat.

“Untuk bisa menjadi pembeda dan unggul kita harus bermimpi dengan sadar. Kemudian mimpi itu direalisasikan menjadi inovasi yang nyata sebagai branding sekolah. Tentu saja mimpi dan branding yang abnormal karena jika hanya normal apa bedanya dengan yang lain” ujar beliau pada saat materi.

Begitu pun selayang pandang dari kepala SMKM TO ME "Kita sudah memiliki nilai plus yang bisa kita jadikan produk untuk membranding sekolah kita namun jangan berpuas diri, kita harus terus berinovasi supaya bisa bertahan dan berkembang menjadi sekolah yang unggul dan berkemajuan" Ujar beliau dalam sambutannya sebagai pemantik semangat school branding & marketing Syamsul Hidayat mengajak seluruh peserta Simposium Nasional untuk terus berikhtiar menciptakan inovasi baru dari keunggulan dan nilai plus yang telah dimiliki sekolah.

Pesan dari Bapak Pahri bahwa Allah akan mengabulkan mimpi kita karena mimpi adalah doa. Terlebih jika peserta didik sekolah kita banyak maka banyak pula yang mendoakan. Performance kita adalah nilai jual sekolah kita. Berikanlah best performance sebagai sesuatu yang menyenangkan bagi peserta didik kita. 

Mari kita sama-sama berikhtiar untuk bisa mewujudkan mimpi yang abnormal sebagai inovasi dalam membranding sekolah untuk bisa menjadi sekolah yang berbeda, unggul dan berkemajuan.(nvapsbp)

Kirim Pesan