21 September 2026
Sabtu, 19 September 2026 | 09.03 WIB
SMKTOME – SMK Muhammadiyah Tumijajar menerima Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bekerja sama dengan Lanud BNY, Sabtu (19/9/2026). Bertempat di Aula SMK Muhammadiyah Tumijajar, kegiatan ini diikuti oleh 200 siswa sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pada kondisi darurat.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMK Muhammadiyah Tumijajar, Bapak Sucipto. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya pembekalan keterampilan Bantuan Hidup Dasar bagi siswa sebagai bekal yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya ketika menghadapi situasi darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Lanud BNY yang telah memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar kepada siswa-siswi SMK Muhammadiyah Tumijajar. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan siswa lebih sigap serta peduli terhadap sesama,” ujar Sucipto.
Pelatihan menghadirkan dr. Jenni Friska br. Karo sebagai narasumber yang memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar Bantuan Hidup Dasar, mulai dari pengenalan kondisi darurat, pemeriksaan respons korban, pengecekan pernapasan, hingga tata cara melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Dalam pemaparannya, dr. Jenni menekankan pentingnya memperhatikan aspek keselamatan sebelum memberikan pertolongan kepada seseorang yang mengalami kondisi darurat.
“Hal pertama yang harus diperhatikan ketika memberikan pertolongan kepada orang yang pingsan adalah memastikan keamanan diri sendiri, pasien, dan lingkungan sekitar. Setelah itu, penolong dapat memeriksa respons pasien, memastikan kondisi pernapasan, dan segera meminta bantuan medis apabila diperlukan. Keselamatan penolong dan pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan pertolongan,” jelas dr. Jenni Friska br. Karo.
Selain memberikan pemahaman mengenai langkah awal pertolongan, dr. Jenni juga memperkenalkan teknik dasar Resusitasi Jantung Paru (RJP) kepada para peserta. Materi tersebut mencakup cara mengenali korban yang tidak merespons dan tidak bernapas normal, meminta bantuan, serta melakukan kompresi dada sesuai prosedur Bantuan Hidup Dasar.
Pada sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan teknik kompresi dada pada korban dewasa. Kompresi dilakukan di bagian tengah dada dengan kedalaman sekitar 5–6 sentimeter dan kecepatan 100–120 kali per menit. Melalui simulasi tersebut, siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami langkah-langkah pertolongan pada korban henti jantung.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan siswa dalam simulasi praktik Bantuan Hidup Dasar. Para peserta yang mengenakan pakaian sesuai ketentuan juga memanfaatkan sesi ini untuk mempraktikkan materi yang telah disampaikan oleh narasumber.
Pelaksanaan pelatihan BHD yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia ini kemudian dilanjutkan dengan penyerahan plakat dan foto bersama sebagai bentuk apresiasi serta dokumentasi kerja sama antara Lanud BNY dan SMK Muhammadiyah Tumijajar.
Melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah Tumijajar berharap para siswa memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan kepada sesama, serta tumbuh menjadi generasi yang peduli, tanggap, dan siap menghadapi berbagai situasi darurat.(nva)