Teladani Akhlak Nabi Muhammad Saw Smk Muhammadiyah Tumijajar Galang Dana Untuk Korban Gempa Ntt

Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW, SMK Muhammadiyah Tumijajar Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

24 Agustus 2026

Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW, SMK Muhammadiyah Tumijajar Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

  • Novika Banisa
  • 6 Pembaca

Senin, 24 Agustus 2026 | 09.23 WIB

SMKTOME – Semangat kepedulian dan kemanusiaan diwujudkan keluarga besar SMK Muhammadiyah Tumijajar melalui kegiatan doa bersama dan penggalangan dana untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah, tetapi juga menjadi momentum bagi para siswa untuk belajar mengamalkan nilai-nilai akhlak yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMK Muhammadiyah Tumijajar, Bapak Sucipto, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang harus ditanamkan kepada generasi muda.

Menurut Sucipto, siswa tidak cukup hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus memiliki empati dan kepedulian sosial. Musibah yang dialami masyarakat di NTT menjadi kesempatan bagi keluarga besar SMK Muhammadiyah Tumijajar untuk hadir melalui doa dan bantuan.

“Mungkin kita tidak berada di sana, tetapi kita bisa hadir melalui doa, kepedulian, dan bantuan yang kita berikan,” ungkapnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (MPDM & PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulang Bawang Barat, Bapak Eko Priyono.

Eko Priyono mengapresiasi kegiatan doa bersama dan penggalangan dana yang dilakukan oleh SMK Muhammadiyah Tumijajar. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pendidikan nyata yang mengajarkan siswa tentang arti kepedulian, persaudaraan, dan kemanusiaan.

Ia mengingatkan bahwa pendidikan dalam perspektif Muhammadiyah tidak hanya berhenti pada penguasaan ilmu, tetapi harus mampu melahirkan keimanan dan diwujudkan dalam amal nyata.

“Ilmu yang kita miliki harus melahirkan iman, dan iman harus diwujudkan dalam amal. Ketika ada saudara kita yang sedang mengalami musibah, maka kepedulian kita adalah bagian dari amal yang bisa kita lakukan,” pesannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Aminudin, M.M.A. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para siswa untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada tiga akhlak Rasulullah SAW yang menjadi penekanan dalam tausiyah tersebut, yaitu jujur dan dapat dipercaya, tidak mudah marah, serta pemaaf.

Kejujuran dan sikap dapat dipercaya menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan dengan orang lain. Sementara kemampuan mengendalikan amarah dan memberikan maaf merupakan akhlak yang dapat menciptakan kehidupan yang lebih damai dan harmonis.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi generasi muda yang hidup di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan perlu berjalan beriringan dengan kemajuan karakter dan akhlak.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Drs. H. Aminudin juga mengaitkan pembentukan akhlak dengan falsafah Muhammadiyah, yaitu Al-’Ilmu, Al-Iman, dan Al-’Amal.

Al-’Ilmu menjadi dasar untuk memahami dan menghadapi kehidupan. Al-Iman menjadi landasan dalam menentukan sikap dan arah kehidupan. Sementara Al-’Amal menjadi bentuk nyata dari ilmu dan iman yang dimiliki.

Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui penggalangan dana untuk korban gempa di NTT. Para siswa diajak untuk tidak hanya merasa prihatin, tetapi juga mengambil bagian sesuai kemampuan melalui doa dan bantuan.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang mencetak generasi yang cerdas dan terampil, tetapi juga generasi yang memiliki hati, kepedulian, serta kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Melalui doa bersama dan penggalangan dana ini, keluarga besar SMK Muhammadiyah Tumijajar berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT.

Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi para siswa bahwa akhlak, ilmu, iman, dan amal harus berjalan bersama dalam membangun generasi yang berkemajuan.

Dari ilmu menuju iman, dari iman menuju amal. Dari kepedulian kecil, tumbuh perubahan besar.(nva)