Tingkatkan Penguatan Pendidikan Karakter Guru Smk Mutu Ikuti Seminar Pendidikan Forum Guru Muhammadiyah Lampung

TINGKATKAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER; GURU SMK MUTU IKUTI SEMINAR PENDIDIKAN FORUM GURU MUHAMMADIYAH LAMPUNG

16 April 2019

TINGKATKAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER; GURU SMK MUTU IKUTI SEMINAR PENDIDIKAN FORUM GURU MUHAMMADIYAH LAMPUNG

  • 1456 Pembaca
TINGKATKAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER; GURU SMK MUTU IKUTI SEMINAR PENDIDIKAN FORUM GURU MUHAMMADIYAH LAMPUNG

Selasa (16/04/2019) - 20.00 WIB
SMK Muhammadiyah Tumijajar -- Selasa (16/04/2019) sebanyak tujuh guru SMK MUTU, Tulangbawang Barat, Lampung, mengikuti seminar pendidikan dengan tema Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Guru Sekolah/Madrasah Muhammadiyah, yang bertempat di gedung LPMP Provinsi Lampung.

Ketujuh guru yang diberangkatkan adalah Imam Mukalis, S.Pd.I., Sunar, S.Pd., Anita, S.Pd., Anisa Reza Oktaviani, S.Pd., Maryana, S.Pd., Eka Natalia, S.Pd., dan Tiara Melati, S.Pd. Perwakilan SMK MUTU berangkat ke lokasi pukul 05.30 WIB.
Seminar pendidikan Forum Guru Muhammadiyah menghadirkan dua narasumber, yakni Bapak Prof. Dr. Marzuki Noor, M.S., yang menyampaikan terkait materi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Narasumber kedua adalah Bapak Dr. Undang Rosidin, M.Pd., yang menyampaikan materi terkait Revitalisasi KKG dan MGMP Muhammadiyah.

Dalam penuturannya, Bapak Prof. Dr. Marzuki Noor, M.S., secara garis besar perlunya kerja sama yang sinergis antara pendidik dengan peserta didik dalam menumbuhkan pendidikan yang berkarakter. Guru harus mampu menjadi teladan yang baik dalam proses penumbuhan karakter peserta didik.

Selain itu, guru juga harus memahami bahwa terdapat perbedaan definisi dari kepribadian, karakter, dan watak. Dimana ketiganya pasti melekat pada masing-masing peserta didik. Beliau menjelaskan bahwa kepribadian adalah perilaku tanpa nilai (defaluatif), sementara karakter adalah perilaku dengan menonjolkan nilai, sedangkan watak adalah karakter yang dimiliki dan belum berubah hingga sekarang.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada abad-21 lanjutnya dapat didukung dengan meningkatkan kualitas dari karakter itu sendiri, budaya literasi, dan penguasaan kompetensi. Sehingga pada tahun 2045 dapat menghasilkan lulusan yang siap menghasilkan peradaban tinggi, produktif, dan inovatif.

PPK lebih lanjut dapat dikembangkan melalui PPK berbasis kelas, PPK berbasis kultur sekolah, dan PPK berbasis komunitas. Pengembangannya dapat diinovasikan oleh para guru itu sendiri.

Sementara itu, intisari dari penyampaian narasumber kedua, Bapak Dr. Undang Rosidin, M.Pd., adalah pentingnya revitalisasi KKG dan MGMP untuk guru Muhammadiyah. Beliau mengharapkan kedepannya guru Muhammadiyah dapat hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan MGMP.

Hal ini secara garis besar agar guru Muhammadiyah mampu menjadi guru yang profesional, bermutu, dan berkarakter. (tm/adr)