Tingkatkan Kompetensi Guru Smk Muhammadiyah Tumijajar Gelar Workshop Perangkat Ajar Coding Dan Kecerdasan Artifisial

Tingkatkan Kompetensi Guru, SMK Muhammadiyah Tumijajar Gelar Workshop Perangkat Ajar Coding dan Kecerdasan Artifisial

26 Agustus 2026

Tingkatkan Kompetensi Guru, SMK Muhammadiyah Tumijajar Gelar Workshop Perangkat Ajar Coding dan Kecerdasan Artifisial

  • Novika Banisa
  • 9 Pembaca

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10.18 WIB

SMKTOME – Perubahan zaman yang semakin cepat membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial (AI), media sosial, serta derasnya arus informasi telah mengubah cara peserta didik belajar, berkomunikasi, dan memperoleh pengetahuan.

Di tengah perubahan tersebut, pelajar tidak hanya dituntut mampu menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah, beradaptasi dengan teknologi, serta bijak dalam menggunakan informasi.

Kemudahan teknologi juga menghadirkan tantangan tersendiri di kalangan pelajar. Akses informasi yang begitu luas belum selalu diikuti kemampuan untuk memilah informasi secara kritis. Begitu pula dengan kehadiran AI yang memberikan kemudahan dalam menyelesaikan berbagai tugas, tetapi sekaligus menuntut guru untuk memastikan teknologi tersebut digunakan sebagai sarana belajar, bukan menggantikan proses berpikir peserta didik.

Menjawab tantangan tersebut, SMK Muhammadiyah Tumijajar menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Coding dan Kecerdasan Artifisial pada 25–27 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di SMK Muhammadiyah Tumijajar, Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 10, Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 peserta yang merupakan guru Informatika. Workshop menghadirkan Ristiarini Endah Winarti, S.Pd., M.Pd., Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, sebagai narasumber.

Para peserta mendapatkan penguatan dan pendampingan dalam menyusun perangkat ajar yang relevan dengan perkembangan teknologi, khususnya pembelajaran coding dan pemanfaatan kecerdasan artifisial.

Guru Informatika SMK Muhammadiyah Tumijajar, Sigit Adi Wijaya, S.Kom., menilai perkembangan AI perlu disikapi secara serius oleh dunia pendidikan.

“Perkembangan AI tidak bisa kita hindari. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana guru dan siswa dapat menggunakannya secara bijak dan produktif. Jangan sampai AI hanya digunakan untuk mendapatkan jawaban dengan cepat, tetapi tidak membangun kemampuan berpikir siswa. Karena itu, guru perlu memahami teknologi ini agar dapat mengarahkan siswa menggunakan AI sebagai alat untuk belajar, berkarya, dan menyelesaikan masalah,” ujar Sigit.

Menurutnya, perubahan karakteristik peserta didik di era digital juga menuntut guru untuk terus beradaptasi. Pembelajaran perlu dirancang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa, tanpa meninggalkan tujuan utama pendidikan.

“Guru juga harus terus belajar. Kalau teknologi berkembang, tetapi cara mengajarnya tidak berubah, akan ada jarak dengan kebutuhan siswa. Melalui workshop ini, kami berharap bisa menghasilkan perangkat ajar yang benar-benar bisa diterapkan dan membuat pembelajaran Informatika lebih menarik serta relevan,” lanjutnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga diberikan oleh Kepala SMK Muhammadiyah Tumijajar. Sekolah memandang peningkatan kompetensi guru sebagai langkah penting dalam mempersiapkan pendidikan yang mampu menjawab tantangan perubahan zaman.

Kepala sekolah menegaskan bahwa guru harus menjadi bagian dari perubahan, bukan sekadar menjadi penonton perkembangan teknologi.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini karena peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dari peningkatan mutu pendidikan. Perubahan teknologi, khususnya AI, harus kita respons dengan kesiapan. Guru harus memahami perkembangan tersebut agar mampu memberikan pendampingan yang tepat kepada peserta didik,” ungkap Kepala SMK Muhammadiyah Tumijajar.

Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk memastikan peserta didik tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menjadi generasi yang produktif dan kreatif dalam memanfaatkannya.

“Harapannya, teknologi dapat digunakan untuk memperkuat pembelajaran, membangun kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan siswa. Kita ingin lulusan SMK Muhammadiyah Tumijajar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang akan terus terjadi,” tambahnya.

Workshop ini sekaligus menjadi momentum bagi guru Informatika untuk memperkuat kapasitas dalam menghadapi transformasi pendidikan berbasis teknologi. Penyusunan perangkat ajar coding dan AI diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini.

Bagi pendidikan vokasi, kesiapan menghadapi perubahan menjadi semakin penting. Dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi baru, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan terus belajar.

Melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah Tumijajar berkomitmen untuk terus mendorong guru agar menjadi pembelajar sepanjang hayat sekaligus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.(nva)