PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING DAN LURING SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR
Selasa(26/01/2021) – 11.24 WIB
SMK Muhammadiyah Tumijajar - Ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang sedang melanda di beberapa Negara sampai beberapa sekolah harus di liburkan demi mencegah penyebaran Covid – 19.
Dengan begitu SMK Muhammadiyah Tumijajar telah mendapatkan izin untuk melaksanakan pembelajaran dengan dua metode yaitu pembelajaran daring dan pembelajaran luring di sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (mencuci tangan sebelum masuk lingkungan sekolah, WAJIB menggunakan masker, membawa bekal dari rumah dan menjaga jarak serta tidak berjabat tangan untuk waktu yang belum bisa ditentukan).
SMK Muhammadiyah Tumijajar juga menempatkan tempat untuk mecuci tangan dibeberapa tempat dan melakukan penyemprotan lingkungan secara rutin tiap seminggu sekali.
Karena merupakan sekolah kejuruan, maka SMK Muhammadiyah Tumijajar tetap mengadakan kegiatan luring. Untuk jadwal luring diberlakukan dengan menggunakan sistem jadwal blok yakni secara bergantian setiap minggunya.
Ada yang belajar secara luring dan ada pula yang belajar secara daring. Untuk setiap minggunya kelas X dan XI semua jurusan Luring dan kelas XII semua jurusan daring, kemudian minggu selanjutnya kelas X dan XII semua jurusan luring dan kelas XI daring semua jurusan.
Kegiatan luring ini dimanfaatkan oleh tiap – tiap jurusan untuk membekali para peserrta didik dengan materi – materi kejuruan yang langsung diaplikasikan ke ruang praktek. Selain itu, manfaat di adakannya kegiatan luring adalah agar para peserta didik SMK Muhammadiyah Tumijajar lebih mengenal dan mencintai jurusan yang dipilihnya, khususnya bagi peserta didik kelas X yang belum pernah tatap muka dengan guru – guru pengampu.
Sedangkan untuk proses pembelajaran dengan daring SMK Muhammadiyah Tumijajar mengunakan aplikasi classroom, group whatsapp, dan aplikasi absen google form yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal mata pelajaran.
“Meskipun hanya menggunakan aplikasi tersebuh yang juga mempermudah peserta didik dengan tidak mengeluarkan biaya kuota internet terlalu banyak, proses pembelajaran daring SMK Muhammadiyah Tumijajar berjalan dengan lancar”, jelas Bapak Sucipto, S.Pd., Waka Kurikulum. (rc/adr)